26 Apr 2009

Takbir Cinta lola


Sebuah cinta yang romantis tiba-tiba berubah menjadi cinta yang terlarang. Awal dari cinta mereka begitu bahagia setelah 3 tahun di bulan April 2006 tiba – tiba cinta mereka terhampas di batu karang hingga membuat mereka terpisah selama 3 bulan, begitu banyak air mata yang membasahi pipih, di dada terasa sesak, caci maki dan hinaan begitu banyak hingga telingga Lola.
lola adalah seorang gadis yang berusiah 23 tahun menjalin cinta dengan fadli 27 tahun selama 3 tahun, begitu banyak liku - liku cinta yang menghantam mereka tetapi mereka tetap tegar,

Di suatu hari tiba – tiba tak percaya apa yang aku dengar dari mulut mamaku yang melahirkan aku mengatakan yang tak pantas aku dengar “ aku harus menikah dengan kakak iparq suami dari kakak ku “ yang tanah makam kakakku yang masih basah, hatiku betul – betul terpukul karena apa? Aku tidak mungkin menikah dengan laki - laki yang sama sekali aku tidak cinta dan dia Bpk dari anak dari ponakan- ponakan ku, dan aku pun punya cinta yaitu fadli. Meraka semua memaksaku dan dia mengatakan ini adalah sebuah amanat dari kakakku sebelum dia meninggal aku harus menikah dengan suaminya YA ALLAH cobaan apa ini untukku.

Tak tahu mengapa hatiku luluh dan mau menikah dengan Tuan takur ( sebut saja seperti itu ), Tiba – tiba nama fadli hilang dan nama dia tidak ada artinya di hatiku, Tetapi kekuatan cinta lah yang mengembalikan dan menyadarkan aku, sepontan aku menagis di dalam kamar dan mulai di situ aku mulai berontak kalou ini semua tidak adil untukku YA ALLAH, di dalam doa tidurku selalu saja aku mengatakan.

YA ALLAH hukuman apa ini yang kau berikan ke padaku kau tau aku sangat mencintainya mengapa kau rebut dia dariku kau siksa bantiku seperti ini…..lebih baik kau cabut nyawaku ini ya ALLAH aku capek ya ALLAH harus bersandiwara di depan keluarga kalou aku bahagia atas perkawinan perjodohan tanpa cinta dan kasih sayang, aku tidak mau mengecewakan mereka semua. Bantulah hambamu ini ya ALLAH, agar aku bisa bertemu dengan dirinya waloupun hanya sekali saja aku ingin mengucapkan sesuatu kepadanya. Kalou aku nikah bukan keinginanku tetapi karna paksaan dan aku juga mau mengatakan kalou aku masih cinta kepada dirinya.

beberapa waktu telah berlalu liburan kuliah mulai usai dan aktifitas di kampus mulai aktif seperti biasanya. Aku sangat senang sekali waloupun hanya beberapa jam saja aku keluar dari rumah seperti tahanan nara pidanah. Di dalam perjalan pergi ke kampus terdengar suatu bisikan di teliga.

“ lola temuilah cinta sejatimu dia pasti mau bertemu denganmu telepon dia lola ini adalah kesempatan mu lola temuilah cintamu
aku menjawabnya: Aku sudah punya suami aku takut di latnat sama ALLAH aku takut dengan dia apakah dia mau bertemu dengan diriku “

Dengan lamunanku aku langsung injak rem motorku yang aku kendarai sendiri dan aku langsung terjatuh, hampir saja menabrak orang tua yang melitas di depanku, Aku berhenti dan berkata dengan siapa aku berbicara barusan apakah aku terlalu banyak menghayal dan di dalam pikiranku hanya padli. Aku berdiam sejenak berpikir langkah yang mana aku jalani karena posisi aku sekarang ada di simpang tiga antara ke kampus atau jalanan menuju ke terminal. Untuk menelpon padli. YA ALLAh ridoilah langkah ku ini tanpa ijinmu aku tak bisa berbuat apa – apa, ya ALLAH maafkan aku, aku berdiam sejenak ada sebuah suara yang mengatakan “ pergilah “. Aku langgsung startter motor dan menuju terminal untuk menelpon padli dan aku tidak lupa mengatakan terimakasih ya ALLAH.

Sesampainya di terminal dan masuk di wartel DIANA dan masuk salah ke salah satu kamar, ku angkat genggaman telpon, dan jari – jariku mulai memencet no flexinya dan jariku bergetar dan jantungku berdebar kencang, alhamdullilah no hpnya masih aktip. Tiba-tiba ada ucapan mengatakan

padli : hallo….hallo….hallo
lolo : ini aku lola, aku ingin ketemu sama kamu (sambil menagis)
aku mohon aku pinggin ketemu.
padli: di mana kamu sekarang
lola ; aku ada di wartel DIANA di terminal
padli : gmn dgn kuliahmu, kamu gk masuk kampus hari ini?
lola : aku pinggin ketemu sama kamu
padli: aku tunggu di simpang tiga (tepat SMUN 1)

pukul 18:10 hari mulai petang, dia telah menungguku di stan ojek, aku tak dapat melihatnya karna motor yang aku kendarai sedikit laju dan tidak memperhatikan orang yang ada di sekelilingku, aku masuk di salah satu wartel yang tidak jauh dari simpang tiga SMUN1, aku menelpon padli.

Padli : hallo….
Lola : kau ada di mana, sekarang aku ada di simpang tiga SMUN 1
Padli : Sekarang aku ada di belakangmu

ku tutup telponku lalu aku lansung memeluknya sambil menagis dan mengadu kalou ini bukan keinginanku. Kami pergi di suatu tempat kalou tidak salah itu di depan geraja kami bercerita membahas apa yang sebenarnya yang terjadi. Tapi sukurlah dia mau mengerti malam itu hatiku sangat bahagia sekali bisa bertemu dan apa yang terpedam dalam dadaku samapai membuatku sesak untuk bernapas.akhirnya tiada lagi yang membuat batinku sakit.

1/2 bulan telah berlalu dari umur perkawinan sirihku, hatiku mulai hancur karena tuan takur dari kosa kata dan prilaku sebagai suami telah melanggar undang – undang perkawinan, aku sebagai mahasiswa Hukum berontak karena sudah terlalu kelewatan terhadap perempuan. Yang lebih menyakitkan aku dia menyuruh aku berhenti kuliah, Jiwaku sakit karena tertekan aku tidak bias berbuat apa – apa, Aku di jaga ketat apa yang aku lakukan selalu di control oo TUHAN, Perkawianan yang aku jalani tidak sehat ada saja aku selalu di pojokan, beginilah nasib kalou gadis miskin di nikahi dengan orang yang banyak duit, cerita ini betul bukan saja di senetron, karena aku pun mengalaminya.

Tepatnya Bulan Tgl 7 julii 2006, perkawianan resmi akan di laksanakan ini adalah nasib ku berada di ujung tombak apakah aku bisa keluar dari mulut tuan takur atau selama hidupku dengan dia, Dengan kekuatan doa dan keyakinanku kepada ALLAH apa yang aku pinta semoga ALLAH mendegarkan aku, dengan satu perinsip aku peggang.

Diam adalah senjata pamungkasku untuk menang. aku tidak akan meladeni kata-kata yang tidak mencerminkan datang dari orang.

Perkawinan resmi telah di laksanakan ½ bulan telah berlalu, Guncang seperti sunami telah terjadi ya ampun tuan takur marah besar, aku di tarik dari ruang tamu ke kamar lalu di lempar ke ranjang, kami bertekar hebat dan sampai aku tidak sadar aku mengambil sebuah parang panjang yang akan ku timpaskan ke bandannya. sekuat apapun wanita tetap saja kalah dengan laki –laki. Kakiku di pukul hingga biru dan bengkak, sampai aku di panggilkan polisi ya ALLAH kuatkan aku.
Aku butuh engkau ya ALLAH, tak berhenti aku berzikir menyebut nama ALLAH, allhamdullilah aku mempunyai kekuatan untuk melawan meraka dan polisi. Aku masih ingat apa yang aku katakan kepada pak polisi.

kalou bapak menilai seseorang janganlah dengan uang, tetapi nilai dengan kebenaran, jika bapak menangkap aku, dan menjebloskan aku ke penjara aku tak akan lari asalkan alasannya apa? dan aku mau cerai karena aku tidak terima atas dia perlakukan aku yang tidak pantas dan telah melanggar undang-undang perkawinan.

Aku meninggalkan rumah dengan selembar pakaian yang menempel di badan. proses perkawinanpun telah masuk ke kantor pengadilan agama. dan masa penderitanku mulai berakhir, tepatnya bulan September 2006 ada surat panggilan dari penggadilan alhamdullilah penderitaaku akan berakhir. Tiga Kali pertemuan di Pengadilan agama semua berjalan lancar, dan Pak Hakim mau mendegarkan kisah keluhku agar penceraianan agar dapat di kabulkan. Dan beberapa menit atas perundingan antara saksi dan jaksa akhirnya Pak ketua Majelis Hakim Mengatakan
permintaan penggugat penceraian di kabulkan dan di catuk palu 3 kali di katakan sah, aku tak percaya akhirnya aku bebas selam 3 bulan aku menderita terima kasih ya ALLAH. Bumi terus berputar pada porosnya. Detik berkumpul menjadi menit. menit berkumpul menjadi jam. Jam berkumpul menjadi hari. Minggu berkumpul menjadi bulan. kemudian aku dengan padli bertemu di sebuah plazza di kota yang kecil akhirnya aku dan padli bersatu menjalin cinta yang sempat terputus beberapa bulan.