8 Jul 2009

Semangkok Acar untuk Cinta dan Tuhan

Berikut ini dua pertanyaan yang paling kubenci:

Apa itu cinta?
Apa itu Tuhan?

Aku membenci kedua pertanyaan itu sepenuh hati sampai kudedikasikan seluruh hidupku untuk mencari jawabnya, agar kedua pertanyaan itu berhenti menghantui. Dan tidak ada yang lebih memahitkan mulut, memualkan perut, menyesakkan jantung, ketika seseorang muncul dengan kertas dan pulpen, atau alat perekam, di tengah jam makan siang, saat rahangmu sedang sibuk mengunyah, saat makanan di piring memohon perhatian penuhmu, dan orang itu bertanya: “Menurut Anda, apa itu cinta?”

Demi sopan santun dan etika budaya, aku tahankan garpu agar tak mencelat ke bola matanya, dan kugenggam erat-erat piringku agar tak pecah jadi dua di atas batok kepala wartawan itu. Aku hanya menggeram dan mengulang: “Cinta?”

Si wartawan pun berpikir bahwa pertanyaan brilian berikutnya akan memancing jawaban lebih panjang dan lebih mencengangkan, yang akan menghibur para pembaca majalahnya bersama-sama artikel 10+1 cara bercinta paling panas dan peta terbaru menuju spot-spot orgasmik yang selama ini tersembunyi. Dan dia sungguhan nekat bertanya: “Menurut Anda, apa itu Tuhan?”

Jemariku bergetar, menahan garpu, pisau, piring, gelas, dan benda-benda dalam radiusku yang sangat mungkin kujadikan senjata pembelaan diri atas serangan pertanyaan-pertanyaan paling muskil dijawab tapi selalu ditanyakan itu.

Dan aku teringat baris-baris panjang tentang cinta dan Tuhan yang pernah dimuntahkan mulutku seperti peluru dari senapan otomatis—yang begitu hebat dan jenius hingga menembusi hati orang-orang yang mendengarnya. Aku teringat buih dan busa di sudut mulutku saat berdiskusi tentang cinta dan Tuhan—yang jika dikumpulkan barangkali bisa merendam tubuhku sendiri di bak mandi. Aku teringat jerih payah, keringat, air mata, pegal-pegal, kurang tidur, tak makan, tak minum, yang telah kutempuh demi mencari apa itu cinta dan Tuhan. Dan kini, meski sanggup, tak muncul secuil keinginan pun untuk mengutip data dalam ingatanku.

Tanpa terburu-buru, kuselesaikan kunyahan, lalu minum air seteguk. “Begini,” aku mulai menjelaskan, “pertama-tama, dengan mengetahui apa itu cinta, kita akan mengetahui Tuhan. Dan ketika kita mengetahui Tuhan, kita juga jadi tahu apa itu cinta. Jadi, kita bisa mengungkap keduanya sekaligus.”

Mendengarnya, wartawan itu kian mencondongkan badannya ke depan, matanya berbinar antusias. Semakin yakinlah ia betapa cemerlangnya pertanyaan-pertanyaan itu, betapa bermutu dan menantangnya.

“Tapi saya tidak ingin menjawab ini sendirian. Saya ingin mencarinya bersama-sama. Anda setuju?” ucapku dengan sikap tubuh yang seolah hendak mengambil ancang-ancang.

Wartawan itu terkesiap. Tak siap. Namun rasa penasarannya terusik, dan ada keinginan kuat untuk mempertahankan reputasinya sebagai sang penanya brilian. Akhirnya, ia mengangguk setuju.

Aku lantas menyambar mangkok berisi acar, mencomot dua bawang merah utuh, dan memberikan satu butir kepada wartawan itu. “Ayo, kita kupas. Pakai kuku.” Dan tanpa menunggu, dengan semangat dan giat aku mulai mengupas.

Meski ragu, si wartawan mulai ikut. Mukanya tampak enggan dan berkernyit-kernyit tanda tak rela.

“Ayo. Terus, sampai habis.” Sesekali aku mengingatkan, karena sering kali dia berhenti atau melambat.

Demikianlah kami berdua, dengan mata mengerjap-ngerjap perih, mengupasi bawang dengan kuku yang akhirnya jadi lebih mirip mencacah, dengan serpih-serpih bawang yang berantakan mengotori meja. Dan akhirnya kami berhenti ketika serpih terakhir sudah terlampau kecil untuk bisa dikupas.

Berlinangan air mata, yang jatuh bukan karena duka atau suka, aku pun berkata: “Inilah cinta. Inilah Tuhan. Tangan kita bau menyengat, mata kita perih seperti disengat, dan tetap kita tidak menggenggam apa-apa.” Sambil terisak, yang bukan karena haru bahagia atau haru nelangsa, lagi aku berkata: “Itulah cinta. Itulah Tuhan. Pengalaman, bukan penjelasan. Perjalanan, dan bukan tujuan. Pertanyaan, yang sungguh tidak berjodoh dengan segala jawaban.”

Ditandai air mata cinta yang menghiasi pipi kami berdua serta aroma Tuhan yang meruap segar dari kuku, wawancara siang itu usai.

Artikel itu kemudian terbit. Tanpa baris-baris kalimat. Hanya gambar besar semangkok acar bawang. Dan mereka yang membacanya menyangka bahwa itu resep afrodisiak. Mereka lalu melahap semangkok acar bawang, bercinta, sambil terus bertanya-tanya: apa itu cinta? Apa itu Tuhan?

5 Jul 2009

Kebohongan

Ada penantian disetiap percintaan
Ada pengorbanan disetiap kesetiaan
Ada kedukaan disetiap kebohongan
Dan ada kebahagiaan disetiap kesadaran tentang kasih sayang

Love Gets Me Everytime ~ Shania Twain

Life was goin' great
Love was gonna have to wait
Was in no hurry-had no worries
Stayin' single was the plan
Didn't need a steady man
I had it covered-'til I discovered

That love gets me every time
My heart changed my mind
I gol' darn gone and done it

Gone and done it (gone and done it)
Guess I fell in love (gone and done it)
Must've been the way he walked (gone and done it)
Or his sweet, sweet talk (gone and done it)
I guess I- - - gol' darn gone and done it

I was quite content
Just a-payin' my own rent
It was my place-I needed my space
I was free to shop around
In no rush to settle down
I had it covered-'til I discovered

That love gets me every time
My heart changed my mind
I gol' darn gone and done it

Gone and done it (gone and done it)
Guess I fell in love (gone and done it)
Must've been the way he walked (gone and done it)
Or his sweet, sweet talk (gone and done it)
I guess I- - - gol' darn gone and done it

Love gets me every time
My heart changed my mind
I gol' darn gone and done it

Gone and done it (gone and done it)
Guess I fell in love (gone and done it)
Must've been the way he walked (gone and done it)
Or his sweet, sweet talk (gone and done it)
It's in the way he calls my name (gone and done it)
I know I'll never be the same (gone and done it)

Love gets me every time
My heart changed my mind
I gol' darn gone and done it

Thought I had it covered
Life was going great
Well I gol' darn gone and done it

Don’t ~i sania twain


Dont you wish we'd tried
Do you feel what i feel inside
Is all the love stronger than pride
No, Dont...
Let your anger grow
just tell me what you need me to know
please talk to me, dont close the door

Cuz i wanna hear you, i wanna be near you..

Dont fight, dont argue
give me the chance to say that im sorry
just let me love you
Dont turn me away, dont tell me to go

Dont, dont give up on trust
dont give up on me.. on us
if we could just hold on long enough

We can do it.. we'll get through it..

Dont fight, dont argue
just give me the chance to say that im sorry
just let me love you
dont turn me away, dont tell me to go

Dont pretend that its ok
things wont get better that way
and dont do somethign you might regret some day...
Dont..

Dont give up on me
hmm dont

We can do it, We'll get through it

4 Jul 2009

Catatan Kecil

Jauh sudah kita menapaki hidup. Tak terhitung banyaknya pengalaman yang kita dapatkan. Berbagai pelajaran kehidupan telah kita rasakan. Ada yang manis, namun tak sedikit yang pahit. Semuanya telah diatur-Nya dengan sangat indah bagi kita, sehingga mampu menjadikan kita seperti saat ini.

Setiap orang menyikapi perjalanan hidupnya berbeda-beda. Ada yang menerimanya tanpa perlu memikirkannya, namun tak jarang ada yang menikmatinya dengan penuh kesadaran. Di sisi lain, tak sedikit yang berontak dan tidak menerima perjalanan hidupnya dengan lapang dada. Semua punya cara masing-masing menjalani kehidupannya, namun tak ada yang mampu mengelak dari rencana-Nya.

Sementara aku, aku adalah manusia yang masih dalam taraf berlajar menyikapi hidup dengan lebih bijaksana. Aku masih berusaha menyikapi hidup selalu dalam rasa syukur. Meski tak jarang, di saat terjatuh, tak urung aku berat untuk mengucap syukur. Namun seiring berjalannya waktu, baru aku sadari bahwa ternyata rencana-Nya untukku memang sungguh indah.

Berbekal kesadaran itulah, aku ingin membuat catatan kehidupanku. Tujuanku adalah agar aku bisa belajar kembali dari sejarah perjalanan hidupku. Bukan berarti aku harus selalu menengok ke belakang, bukan pula aku tak ingin maju ke depan. Melainkan agar aku punya "bahan" untuk mengigatkanku atas semua pelajaran berharga yang pernah aku miliki. Agar aku tak lupa bahwa pada suatu waktu aku pernah mempunyai pengalaman hidup yang bermanfaat untuk membuatku menjadi jauh lebih baik lagi.

Sementara pengalaman pahit bagiku tak layak untuk dilupakan begitu saja. Setidaknya, dengan memiliki catatan itu, aku bisa mengingatnya untuk tidak mengulangi pengalaman pahit yang serupa. Berbekal pengalaman pahit itu, aku yakin aku bisa melangkah jauh lebih kuat.

Itulah mengapa..., aku memutuskan untuk memiliki catatan kecil di sini. Catatan yang lebih banyak bercerita tentang duniaku, sekitarku, pikiranku, perasaanku dan semua yang menyangkut tentang aku. Catatan yang ternyata membuatku semakin bergairah untuk belajar lebih banyak lagi tentang kehidupan.

Sekarang untuk memiliki sebuah catatan tak lagi harus dengan menulis. Bagiku, keberadaan komputer dan internet ternyata mampu menggugah lagi semangatku untuk memiliki catatan kehidupan itu. Catatan yang bisa aku bentuk semauku, sesuka hatiku, hingga aku nyaman berlama-lama menuliskan segala hal tentang aku dan sekitarku.

Dulu, aku suka sekali menulis perjalanan hidupku dalam diary. Aku ingat sekali, diary pertama yang aku miliki sangat indah. Diary itu bergambar hati, berwarna unggu, berbau sangat harum dan ada kuncinya. Diary istimewa itu aku miliki saat aku kelas 1 SMP sebagai hadiah ulang tahun dari sahabatku adalah teman sekelasku waktu aku SMP dulu.

Berawal dari itulah aku suka mencatat semua perjalanan hidupku. Namun, seiring dengan kesibukanku aktivitas menulisku jadi semakin menurun.

Namun, sejak aku mengenal internet dan blog, aku serasa menemukan duniaku yang pernah hilang dulu. Aku kini bisa memiliki lagi catatan kehidupanku. Meskipun sempat terputus selama sekian lama, tak mengapa, setidaknya aku telah bisa kembali belajar dari pengalaman hidupku sendiri.

Akan lebih senang membuatku semakin bersemangat memiliki catatan kehidupan ini, hanya ucapan terima kasih yang bisa aku berikan.

LOVE

Mencintai tidak mesti memiliki …
ini adalah kata2 yang seringkali terucap oleh mereka yang kisahnya tidak sesempurna mimpinya. Ada yang murni memang..ada juga yang palsu, yang berharap dengan mengucapkan kata2 itu, dapat sedikit terobati rasa sakit yang dideritanya.
people see what they wanna see …. people feel what they wanna feel …. sometimes we just lie on our own feeling.

Beberapa ada yang menjadi petualang cinta..penasaran ketika belum mendapatkan, bosan setelah memiliki. Bbeberapa ada yang bertahan diatas kebosanan tersebut hingga akhirnya mendapatkan sesuatu yang berharga …. setelah kehilangan.

Mencintai adalah pekerjaan..
tinggal kita yang memutuskan, enjoy atau tidak dalam menjalaninya. Layaknya pekerjaan di dunia nyata .. ada masa2 jenuh, ada masa2 tertekan, ada masa2 ketika kita ingin keluar dan mencari yang lebih baik. namun ada juga tentunya masa2 dimana kita merasa feel so damn lucky..masa2 kita menangis tidak percaya bahwa setelah perjuangan, penantian yang begitu melelahkan….akhirnya kita dianugerahi pekerjaan impian kita seumur hidup.

love is the thing that will make us change into a better person.
sometimes love's hurt .. but often makes us happy ..

Untukmu sayang

Biarpun kau sembunyikan duri dibalik semerbakmu, aku akan tetap mendekapmu, biarpun duri itu akan mengucurkan darahku dan membunuhku, aku akan tetap mendekapmu, hanya karena aku mencintaimu.. aku akan menjadi sebodoh itu..

Aku tau, bisa jadi kau bukan mahluk se sempurna itu, mungkin saja engkau memang bukan malaikat yg selalu ada di mimpiku,.. tapi pasti kau adalah mahluk yg selalu membuatku mampu untuk berjaga hingga saat ini, bahkan sampai seribu tahun lagi...

Mungkin engkau memang indah dengan segala kelebihanmu, mungkin engkau memang memukau dengan segala keanggunanmu, tapi sesungguhnya kau begitu tampak tampan dan mulia hanya karena aku mencintaimu.. hanya karena itu.. !

Mencintaimu

Seandainya ada seseorang yang tak pernah mungkin berhenti mencintaimu..
Seandainya ada seseorang yang tidak pernah meragukan ketulusannmu..
Seandainya ada seseorang yang menangisi untukmu..itu semua pasti aku.
Sedikitpun tidak ada keraguan atas cinta yang aku bawa untukmu.
Aku melakukan semuanya jauh dari dalam hatiku, Aku melakukannya tanpa mengharap Pujian darimu…..

Mata hati ini melihat gambaran seorang wanita yang akan selalu mencintaimu

Seorang istri yang kan selalu memanjakanmu, seorang ibu yang kan selalu merawat Anakmu, dan Seorang teman yang akan selalu ada disaat kau sepi, yang kan selalu Disampingmu dan berkata:

“sayang……sabar ya…….”

Namun akupun bertanya pada penciptamu..
Mengapa mata hati ini,
Tertutup untuk memaafkanmu

CINTA SEJATI LANGIT DAN LAUT

Dahulukala, langit dan laut saling jatuh cinta. Mereka saling
menyukai di antara satu sama lain. Oleh sebab sangat sukanya laut
terhadap langit, warna laut sama dengan warna langit. Oleh sebab
sangat sukanya langit terhadap laut, warna langit sama denga warna
laut.

Setiap senja datang, si laut dengan lembut sekali membisikkan kata-
kata `Aku Cinta Padamu’ ke telinga langit. Setiap kali langit
mendengar bisikan penuh cinta laut terhadapnya, langit tidak
menjawab apa-apa , hanya tersipu-sipu malu dengan wajah kemerah-
merahan.

Suatu hari, datanglah awan. Melihat kecantikan si langit, awan terus
jatuh hati terhadap langit, bak cinta pandang pertama. Tetapi tentu
sahaja langit hanya setia mencintai laut. Setiap hari, langit hanya
mahu melihat laut sahaja. Awan berasa sedih tetapi ia tidak berputus
asa mencari cara dan akhirnya mendapat satu akal. Awan mengembangkan
dirinya seluas dan sebesar mungkin serta menyusup ke tengah-tengah
di antara langit dan laut. Ia berusaha menghalangi pandangan langit
dan laut terhadap satu sama lain.

Laut berasa marah kerana tidak dapat melihat langit. Laut
mengeluarkan gelombangnya bagi mengusir awan yang mengganggu
pandangannya. Tetapi tentu sekali usahanya tidak berhasil. Lalu
datanglah angin yang sejak dulu mengetahui hubungan cinta langit dan
laut. Angin berasakan perlu membantu langit dan laut menyingkirkan
awan yang mengganggu perhubungan mereka yang sekian lama terjalin.

Dengan tiupan keras dan kuat, angin meniup awan. Lantas terpecah-
pecahlah awan menjadi berselerak ke banyak bahagian, sehingga ia
tidak berupaya lagi melihat langit dengan jelas dan tidak mampu lagi
untuk mengungkapkan perasaannya terhadap langit. Kerana rasa
terseksa menanggung perasaan cinta yang menggunung tinggi terhadap
langit, awan menangis sedih.

1 Jul 2009

MEMORIES

Awalnya aku dan kau adalah satu rasa, pun saat senja belum sepenuhnya pudar dan malam belum sepenuhnya kelam, kau dan aku selalu menyatu. Sungguh begitu banyak kenangan yang pantas kurangkumkan sajak. Sajak
untukmu. Namun tinta tak jua mengalir deras untuk tuntaskan sajakku untukmu. Seiring waktu akupun tersadar kau adalah kau adalah hatiku hingga sajak tak mampu keluar dari bibirku. Ketika aku adalah satu satunya orang yang dihidupkan pada abu puisi, kau mengajariku segala tentang isi dunia, segala tentang hidup dan kehidupan. Ketika telingaku belum sempurna benar mendengar melodi-melodi indah yang keluar dari petkan-petikan dawaimu, kau telah mengguratkannya di tubuhku Adakah helai sajakku tertinggal di sekitar tubuhmu?? hingga akhirnya takdir tak menginginkanku berlama lama bersamamu - bersama dengan adanya dirinya.

Kau……..tahu, langit saat ini benar-benar indah warna biru langit yang menyamar seperti senja jingga sungguh indah kuguratkan pada sajak-sajakku, malam yang indah untuk melamunkan tentangmu, bintang-bintang kecil mulai menunjukkan sinarnya, cantik! bersemburat di angkasa ingin rasanya kutumpahkan perasanku pada sebuah gelas dimana waktu menjadi airnya. Tapi entah kapan waktu akan tumpah?