Gott stärkte mich, heute bin ich vor meiner Familie hilflos, und ich so hilflos vor dir ...... Gott gib mir einen Anhaltspunkt für mich, und ich halte dich, und schone mich
Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar. “Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?
Komentar
Posting Komentar