Langsung ke konten utama

Dibawa Gelombang

Alun membawa bidukku perlahan
Dalam kesunyian malam waktu
Tidak berpawang,tidak berkawan,
Entah ke mana aku tak tahu.

Jauh di atas bintang kemilau
Seperti sudah berabad-abad,
Dengan damai mereka meninjau,
Kehidupan bumi,yang kecil amat.

Aku bernyanyi dengan suara,
Seperti bisikan angin di daun,
Suaraku hilang dalam udara,
Dalam laut yang beralun-alun.

Alun membawa bidukku perlahan,
Dalam kesunyian malam waktu,
Tidak berpawang,tidak berkawan,
Entah kemana aku tak tahu.


Karya    : Almaidah Al syayyed
Kelas    :  IX A MTs N 2 Balikpapan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar. “Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?

CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’ Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI .. Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati bersamanya… Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia