Langsung ke konten utama

Menulis



Kembali untuk menulis, menulis saya ingat sewaktu duduk di bangku kelas 3 MTsN 2 balikpapan, di mana sekarang saya kerja di sana yang dulu tempat aku menuntut ilmu. saya ingat kata wali kelas saya beliou mengatakan. Menulis banyak manfaatnya yaitu memperbaikin tulisan kita yang jelek menjadi bagus dan selalu mengingat apa yang kita baca lalu di kita melain kembali kita akan mengingatnya. ya kurang lebih seperti itu.
Meskipun kemampuan menulis saya masih jauh dari sempurna, saya ingin  menulis sebuah novel waloupun tidak seindah tulisan Dewi lestari. Ingin menulis tidak semudah yang kita pikirkan.
Saya juga mempunyai ungkapan yang hampir sama dengan pujangga, tapi bukan tentang cinta (karena saya bukan pujangga), melainkan tentang ide menulis. Ide menulis itu datang dengan gejolak yang tiba-tiba seperti emosi yang di luangkan ke dalam tulisan yang kebanyakan saya temukan di blog-blog, aku pingin seperti mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak memengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam. seperti Dewi letari yang cerdas membuat tulisan novelnya yang terhayut di dalamnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar. “Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?

CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’ Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu… Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI .. Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati bersamanya… Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia