Dalam perjalanan hidupku, aku selalu kehilangan apa yang aku miliki apakah ini semua takdir yang di berikan untukku dari sang pencipta. Terkadang aku lelah dan terlalu sakit jika menggingat semua yang telah terjadi dengan diriku. Di sebuah kamar yang kecil ku menagis sendiri tidak ada yang menemani dengan genggam tasbih agar kuat menjalani hidup ini, bisa di katakan hidupku ini tidak normal ibaratkan anak yang cacat "
Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar. “Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?
Komentar
Posting Komentar