Langsung ke konten utama

BlogspotKU…….

Assalamu allaikum wr.wb
Hm….hm…hm..., jariku mulai mencari huruf demi huruf lalu di ketik lalu di jadikan kata yang mempunyai makna. Lama yach gak ngisi di Blogspot ku hingga diri ini jadi nerpes di buatnya, bukan nya gak ada ide mo nulis apa? Tapi waktu yang tak mo bersahabat dengan ana, karna di bulan Ramadan jujur ana sibuk baget apa lagi ana mempunyai dunia baru. Dunia ana sekarang banyak sekali menyita waktu hingga tak memperdulikan Blogspot KU ( jangan marah yach ).
Ana sekarang mempunyai kesibukan menjadi SCM (Sales Colsultan Muslim), jadi ana harus banyak belajar tentang wanita muslim, itu adalah tuntutan menjadi colsultan yang ada di dalam budget akal dan pikiran ana yaitu mulai dari Aqidah Ahlak dan Budi pekerti. Ya ALLAH ana punya janji kepadamu yaitu ingin merubah Hijab ana yang mendekati sempurna, bantu ana ya ALLAH untuk memudahkan jalan hamba menuju jalan yang lebih baik.
Ana gelisah jika tidak menulis karna inspirasi yang hingga di otakku sayang sekali tidak di luagkan di dalam Blogspotku (diare dunia mayaku), jika berbicara di dunia maya. Ana tahu indah alam maya berbagai macam warna ada hijou, kuning, merah  ( bukan lampu lalu lintas )……ia meliputi langit biru tempatku berlindung yaitu Duniaku.
Di duniaku sekarang ini, ikhwan dan akhwat mengingatkan tentang suatu ayat al-quran, tentang memalingkan wajah ana dari  perbuatan-perbuatan yang zalim, tapi ana sekarang ingin mencari kebenaran - kebenaran yang belum terungkap. Ana masih simpang siur dengan orang - orang sekedar menjelaskan kebenaran tanpa fakta dan bukti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tentang Perpisahan

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar.
“Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?