Langsung ke konten utama

HIDUP

Dalam perjalanan hidupku, aku selalu kehilangan apa yang aku miliki apakah ini semua takdir yang di berikan untukku dari sang pencipta. Terkadang aku lelah dan terlalu sakit jika menggingat semua yang telah terjadi dengan diriku. Di sebuah kamar yang kecil ku menagis sendiri tidak ada yang menemani dengan genggam tasbih agar kuat menjalani hidup ini, bisa di katakan hidupku ini tidak normal ibaratkan anak yang cacat "

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tentang Perpisahan

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar.
“Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?