Langsung ke konten utama

??????????????????

Siapa kamu leha....kenapa kamu jadi wanita lemah dan cengeng seperti itu......mengapa aliran air mata kamu selalu mengalir di mata kamu. my hate you.....aku tahu keadaanmu sekarang kau sangat terpukul sekali dan itu sulit untuk kau hilangkan. Jadilah wanita yang dulu di mana kau kaut tanpa emosi yang bertubi-tubi yang ada di dalam perasaamu, minta maaflah kepada orang yang telah kau lemparkan kata emosimu.......tapi emang sulit kau berubah total.....cuma yang tertinggal di dalam dirimu yang tidak berubah adalah rasa prasa terhadap orang :), leha...leha....kau berubah menjadi manusia bodoh ya itu pantas buat kamu,

tapi aku salut dengan dirimu......pengorbanaan dirimu untuk mencapai sesuatu kau tak pantang mundur waloupun di hadapanmu adalah keluarga besarmu........

leha kau harus kuat......biarlah orang mau berbuat apa dengan kamu......, tapi ALLAH selalu ada di sisimu......orang yang menyakitinmu dan membuat dirimu menagis......bukan berarti kamu lemah dan kalah.......itulah dunia,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tentang Perpisahan

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar.
“Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?