Langsung ke konten utama

Ingatlah air mata yang tercurahkan dan hati yang terluka

Tidaklah engkau lihat bahwa malam ini bila telah datang kegelapannya, pasti akan datanglah pagi hari dengan cahayanya.


Salah sorang ahli sastra mengatakan:
“ Jika anda telah mengatahui bahwa anda telah mengambil janji dari masa. bahwa anda akan mendapatkan apa yang di inginkan dalam semua urusan dan juga dalam semua tahapan usia anda. dan bahwa masa tidak akan memberi anda, kecuali apa yang anda sukai dan apa yang anda dambakan, maka mengapa anda mesti hanyut dalam kesediahan bila ada sesuatu yang sangat di perlukan terlewatkan dari anda dan ada suatu yang anda tuntut sulit di dapatkan?
Jika anda telah mengatahui karakter pengambilan dan pengembalian, pemberi dan pencegahan yang di lakukan oleh hari-hari yang anda lalui. Dan bahwa hari-hari itu tidak pernah melupakan suatu anugrah yang telah di berikannya, melainkan ia akan kembali mengambilnya dari anda, dan memang demikianlah ketentuan dan karakter masa terhadap semua Bani adam, baik bagi yang tinggal di dalam istana maupun yang tinggal di rumah sederhana, baik bagi orang yang telah meraih puncak keberhasilannya maupun bagi orang awam yang sederhana hidupnya, maka rendahkanlah tensi kesedian anda bukanlah manusia pertama yang di kenai cobaan masa dan bencana yang menimpa diri anda bukanlah suatu hal yang baru dalam lembaran musibah dan kesediahan.”

Berhentilah dari merenungi dosa, tetapi renungilah sifat yang baik sebagai penggantinya

Sumber: Jadilah Wanita Yang Paling Bahagia – DR.Aidh Bin Abdullah Al-Qarni
Hadia Buku saat menempuh hidup baru 06112008

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tentang Perpisahan

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar.
“Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?