22 Agt 2009

Sahabat ( Bintang) + cinta

Pada tahun 2006 sampai 2009 adalah tahun yang sangat menyakitin perasaanku, sehingga membuat diriku berubah haluan yang dulunya wanita yang diam dan tak banyak tuntutan, kini berubah 80 persen, jika aku lagi yang mout aku suka melihat bintang mulai sejak kecil. Aku ingat jika aku di marahin sama Bpk di dalam kamar aku selalu melihat bintang di balik jendela kamarku dan mengadu kepadanya “ Bintang aku di marahin sama Bpk, aku buat salah lagi yach”, waloupun lagit backgroud nya black tapi banyak bintang yang tak beraturan yang menghiasin kegelapan sehingga nampak cantik di pandang.
Dan di dalam hati aku berkata “ bintang jujur aku hiri dengan keadaanmu, mengapa aku di dalam benak ku ada timbul rasa demikian? aku tak bisa mengatakan biarlah menjadi rasiah dalam hidupku, tapi jujur aku terhibur adanya dirimu……oiya aku ingat, tahun 1998 ( lama baget yach ) aku punya seorang sahabat yang kita bina mulai kelas 2 SD. Setelah lulus SMP dia pindah ke kota lain yaitu Kota Tarakan masih wilayah KALTIM juga sih, waktu itu sore hari di belakang rumah ku setelah bermain vollyball ( salah satu olah raga aku suka ) sambil makan bakso yang biasa kita konsumsi dia mengatakan kepadaku sambil melahap sebiji bakso. “ eyha ( panggilan di rumah ) jika aku rindu sama kamu, aku akan melihat bintang karna eyha suka dengan bintang dan sering komunikasi bersama bintang, jika eyha rindu sama aku apa yang eyha lakuakan, “ Aku akan pergi ke tepi pantai dan duduk sambil melihat bintang yang ada di atas sana dan mengadu, dan bercerita kepadanya, aku tak peduli Bpk marah sama aku karna keluar rumah secara diam2 ( biasa anak di kekang / tak boleh keluar rumah tanpa alasan yang tepat ), dan waktu Bpk sholat aku akan mengambil kesempatan itu dan alasan buang sampah. ( licik juga yach waktu masih kecil tapi aku masih ingat dialognya ).
Mempersingkat waktu, aku tergolong wanita tertutup, sahabat setelah lamanya kita berpisah dan aku pun kehilangan sosok seorang yang bisa aku tumpakan rasa lara aku, di tahun 2003 tepatnya di bulan april baru aku bertemu dengan seorang yang bisa mengantikan figur seorang sahabat. Tetapi dia tidak semuhrim aku atau lawan jenis aku, namanya Kahar ya ampun ( jika aku menginggat kembali memori di tahun 2003 awal ketemu masa ALLAH kadang aku senyum sendiri ). O iya jum awal berteman sama dia ( masih teman )  aku sempat duduk di teras kantor bertiga tepatnya malam minggu ( jaya, kahar dan aku ) itu satu bangku, aku sempat melirik melihat lagit waktu itu bintang banyak dan cantik, di dalam hatiku apakah ini pertanda bagus ya bintang ( narsis kale…………).
jum dia tergolong manusia aneh bagiku……..bayak diam, tau tidak jum dia laki – laki yang menundukan kepalaku dan menjatuhkan air mataku di depan laki-laki. Kau tauh aku kan jum aku bukan itpe wanita seperti apa (cuek, keras), yang tidak mudah jatuh cinta apa lagi dengan pandangan pertama ( basih…… astagafirullah al'adzim maafin hambamu ya ALLAH ). Setelah lama berkawan dengan kahar dia mulai  mengkoreksi aku dari tingkah laku aku yang tomboy menjadi wanita asli (he….he….he….), jilbab yang pernah aku lepas dari kepalaku selama 9 bulan dia telah menyentuh hatiku agar aku dapat mengenakannya kembali ( Allhamdullillah doa ku telah kau dengarkan agar aku dapat bertemu dengan seorang laki2 yang mengijikan aku mengunakan Hijab terimakasih ya ALLAH ). Waktu telah berlalu cerita tentenag kami pun banyak suka, duka dan air mata banyak yang jatuh ( korban kale ). Itihnya banyak cobaan yang kami hadapi oooo iya jum aku ingat di waktu malam kami pernah berdua pergi ke pantai Manggar, aku bilang sama dia aku suka sama bintang ( jadi malu kalou ingat ), sampai detik ini kami masih bersama ( kami telah menikah ) kami banyak cobaan jum, entar kalou kau datang ke Balikpapan aku akan ceritakan. tapi kami bahagia jum apakah ini adalah balasan dari derita kami yang di tahun –tahun yang lalu, (  kurang lebih 7 tahun ) bukan waktu yang sebentar jum,
dia bukan saja sosok seorang: pacar (dulu) tapi dia adalah sahabat, teman, kakak, pacar, guru, Bpk (setelah Bpk meninggal) dan kini menjadi suamiku.

Untuk suamiku :kaharuddin
Kekagumanku dan doaku untukmu
Lama sudah aku mengenalmu, kurang lebih 7 tahun kita bersama aku ingin selalu berkaca padamu, bercerita banyak hal di antara kau dan aku; bahagia, suka, tawa, amarah itu selalu menghiasi bingkai kehidupan kita, kau selalu meminta untuk berdoa suatu pengakuan yang tulus dan iklas, ketenaganmu, ketanguhanmu, kemandirianmu, menjadi aku yakin bagiku untuk memilihmu, waloupun itu rasia di dalam hatiku, aku akan selalu berdoa bertanya kepadanya, meminta kepadanya apakah aku yang di pilih untukmu aku berjanji untuk setia dan mendoakan agar tulang rusukmu menjadi genap saat tuhan memilihku untukmu
r

Tidak ada komentar:

Posting Komentar