Langsung ke konten utama

Sesama Kaumku

Maafkan aku, aku tidak ada niat untuk menyakitin dirimu hanya dengan niat untuk memberikan masukan demi kita semua yang telah lama yang megikat hatiku, agar tidak mempersoalkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu di permasahkan, tanpa sadar atau tidak aku telah menyakiti perasaan sesama kaumku……….
Sebuah persoalan yang sangat berat aku rasakan saat ini. Aku ingin menangis terus, tapi air-mataku tak bisa tumpah. Aku yang belajar menulis untuk berbagi dan membuka sebuah pikiran yang tersumbat sehingga membuat diriku sangat cemas dan gelisah. Ya Allah, ampuni hambamu ini kepadamulah aku minta ampun.
Wahai saudaraku maafkan aku. Malunya dirasa. Baik pada diri dan pada Allah. Aku terlalu egois. Egois untuk sebuah permintaan sebelom kalian tidak terlalu jauh melangkah untuk di hentikan. Sayangku…….dirimu tahu siapa aku, apa yang aku tidak suka, aku bukan salah satu yang memiliki sifat istri nabi MUHAMMMAD yang bernama Khadizah yang bisa berbagi,……. tidak, aku tidak sanggup untuk itu maafkan aku sesamaku. aku mempunyai hak untuk menjelaskan posisiku dan posisi sesamaku.
Sayangku aku memang berhak untuk marah, dengan pikiran kacaupun kau harus ingat, aku tidak bisa menerimanya dengan lapang dada. Perbuatan yang lalai untuk selalu bercermin pada diri sebelum mempertanyakan kepada orang lain. Bertanya pada diri : “Mampukah aku berbuat seperti mereka, dengan segala meninggalkan keluarga demi orang-lain? ”Air-mata ini akhirnya mengalir deras. Aku tidak ingin mengatakan : “Aku hanya manusia biasa yang seringkali melakukan kesalahan. Aku merasakan dalam hidupku ini membuat. semangat untuk selalu memperbaiki diri, tapi apa balasannya darimu? Bagaikan aku menggunting dalam lipatan!” Ya Allah,

Hadia buku dari sayangku
Kutipan Jadilah wanita yang bahagia - DR.AIDAH BIN ABDULLAH AL-QURNI

Kisah seorang wanita yang membuat keajiban
Engkau hanya melihat duri pada tangkai mawar
tetapi tidak melihat tetesan embun yang
menghiasi bagian atasnya

Seseorang masih hidup dengan baik selama punya rasa malu
sebagaimana batang kayu masih akan tetap lestari
selama terbungkus oleh kulitnya tidak,
demi ALLAH, tiada kebaikan bagi hidup ini
dan tiada pula bagi dunia ini
apabila rasa malu telah sirnah darinya

Suatu Kalimat yang memenuhi dimensi ruang dan waktu
Wahai tuhan tempat yang mengadu
orang yang dilanda kesediahan dan kecemasan
engkaulah yang mempersiapkan segala sesuatu yang akan terjadi

Memilahara kehormatan dan rasa malu akan menambah kecantikan wanita yang cantik
Manakalah hati ini menjadi keras dan semua jalanku terasa sempit,
kujadikan harapanku kepada ampunanmu sabagai keselamatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tentang Perpisahan

Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia. Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.

Ridho Rhoma-Muskurane terjemahan Indonesia

Jejak-Jejak Kaki di Atas Pasir Pantai

Aku mencintaimu,” katamu perlahan. Sambil melempar batu karang ke bibir pantai, kau menoleh kepadaku, yang pura-pura khusyuk dengan buku fitogeografi setebal 1,5 inci. Konsentrasiku buyar, dadaku bergetar.
“Aku mencintaimu, Ren,” katamu tak cukup. Kau mengatakannya tanpa terbata, apalagi salah mengucap kata. Kau sudah berlatih, apa sudah terlatih?